PLATFORM DIGITAL BERBASIS MODEL TWO SIDED MARKET UNTUK MEMPERTEMUKAN PENYEDIA SKILL DAN PENCARI JASA
Keywords:
gig Economy, two sided market, sharing economy, platform digital, Nusa Tenggara TimurAbstract
Perkembangan teknologi digital mendorong munculnya model kerja berbasis gig economy yang memungkinkan individu memonetisasi keterampilan secara mandiri melalui platform digital. Namun, pemanfaatan model ini belum merata di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang masih menghadapi permasalahan pengangguran, keterbatasan akses kerja, serta mismatch antara penawaran dan permintaan jasa berbasis keterampilan. Penelitian ini bertujuan merancang sebuah platform digital berbasis model two-sided market untuk mempertemukan penyedia skill dan pencari jasa secara efektif. Metode penelitian meliputi kajian literatur terkait gig economy, two-sided market, dan sharing economy, analisis kebutuhan sistem (fungsional dan non-fungsional), pemodelan serta pengembangan prototipe berbasis web, dan pengujian sistem menggunakan Black Box Testing serta User Acceptance Test (UAT). Hasil pengujian Black Box menunjukkan seluruh fungsi utama sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Sementara itu, hasil UAT terhadap 25 responden menunjukkan tingkat penerimaan sebesar 89,6% pada aspek tampilan, 84,4% pada aspek pengalaman pengguna, dan 89,6% pada aspek manfaat sistem. Hasil tersebut menunjukkan bahwa prototipe platform mampu merepresentasikan interaksi dua sisi secara efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model two-sided market pada platform digital berpotensi meningkatkan akses kerja, produktivitas tenaga kerja informal, serta mendukung penguatan ekonomi digital di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Downloads
References
[1] A. Roziqin, A. A. Romadhan, D. F. Suhermanto, “Memahami Ekonomi Gig Global: Analisis & Pemetaan Riset Ekonomi Gig ke Depan,” Kemitraan Semu dalam Ekonomi Gig di Indonesia, pp. 187-204, 2024
[2] G. A. Nugroho, “Produktivitas Tenaga Kerja di Provinsi Nusa Tenggara Timur: Tantangan dan Peluang di Tengah Pertumbuhan Ekonomi,” DJPb Kemenkeu RI, [Online]. Available: https://www.djpb.kemenkeu.go.id/kanwil/ntt/id/data-publikasi/artikel/3472-produktivitas-tenaga-kerja-di-provinsi-nusa-tenggara-timur-tantangan-dan-peluang-di-tengah-pertumbuhan-ekonomi.html. [Accessed: 8-Dec-2025]
[3] B. Jullien, A. Pavan, M. Rysman, “Two-sided Markets, Pricing, and Network Effects,” CEPR Discussion Paper, CEPR Discussion Paper, Available at SSRN: https://ssrn.com/abstract=3928777
[4] A. Sundararajan, “The Sharing Economy : The End of Employment and the Rise of Crowd-Based Capitalism,” The MIT Press, 2016
[5] I. Nurdiansah, I. R. Meliana, R. Y. Akbar, “Penerapan Sistem Sharing Economy pada Bisnis Jasa Penyalur Sayuran Hidroponik di Wilayah Surakarta,” National Conference PKM Center Sebelas Maret Univercity, vol. 1, no. 1, 2020. [Online]. Available: https://jurnal.uns.ac.id/pkmcenter/article/view/51401. [Accessed: 20-Dec-2025].
[6] S. R. Izza, K. D. Sahrani, D. Ardiani, M. L. Franssisca, “Studi Literatur: Analisis Pengaruh Ragam Karakteristik Pekerja Ekonomi Gig terhadap Perekonomian Nasional,” Jurnal of Regional Economics and Development, vol. 1, no. 3, 2024, doi: https://doi.org/10.47134/jred.v1i3.337.
[7] C. H. Setiawan, A. Santoso, “ Analisi, Feasibilitas Penerapan Crowdshipping: Studi Kasus Kota Surabaya,” Jurnal Hasil Penelitian dan Karya Ilmiah dalam Bidang Teknik Industri, vol. 8, no. 2, 2022, [Online]. Available: https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/jti/article/view/19743/8404. [Accessed: 20-Dec-2025].
[8] O. Kamarudin, Arif “Ekonomi Gig: Peluang Dan Tantangan Di Era Kerja Fleksibel,” Currency: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah, vol. 3, no. 1, 2024. [Online]. Available: http://journal.fortei7.org/index.php/sinarFe7/article/view/780. [Accessed: 07-Dec-2023]
[9] M. Rysman, “The Economics of Two-Sided Markets,” Journal of Economic Perspectives, vol. 23, no. 3, pp 125-143, 2009, doi: https://doi.org/10.1257/jep.23.3.125.
[10] A. Felländer C. Ingram R. Teigland, “The Sharing Economy: Embracing Change With Caution,” Stockholm, Sweden: Entreprenörskapsforum, 2015.
[11] N. Ihwanudin, L. Nugroho, R. Bangun, K. Darmaningrum, R. Juliansyah, A. S. MY, I. C. Dewi, P. E. Nopiyani, Kraugusteelianna, E. Krisnanik, A. D. Suganda, L. Aryani, F. Marietza, H. G. Yudawisastra, J. J. Koynja, E. Purwanda, “Ekonomi dan Bisnis Digital,” Evi Damayanti,Ed. Bandung: Widina Bhakti Persada Bandung, 2023, pp. 60-61.
[12] D. Aprilia, D. A. Dermawan, “Pengembangan Sistem Informasi Point of Sales (POS) Berbasis Website Menggunakan Metode Prototype dengan Pengujian UAT,” Jurnal Manajemen Informatika, vol. 13, no 1, 2023. [Online]. Available: https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-manajemen-informatika/article/view/59026. [Accessed: 20-Dec-2025].
[13] L. Hermansah, M. Murhadi, W. T. Saputro, “User Acceptance Testing Guna mengetahui Reseptivitas Pengguna terhadap Sistem Informasi Pelatihan Softskill,” SISTEMASI: Jurnal Sistem Informasi, vol. 14, no. 5, 2025, doi: https://doi.org/10.32520/stmsi.v14i5.5116.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fikri Akmal, Faiz Abdul Majid, Flora Abigail Juliandra Killa, Desy Louisa Beliura Beliu, Erick De Carlo, Ferra Edry Manu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











